EcoSynergy EcoEnergy Affiliation Opportunity Freebies  
"No amount of oil we discover from Alaska or new power plants we may build, there will be never be enough to meet the demand of this growing and dynamic economy" Spencer Abraham, Energy Secretary of United States
In Asia Pacific
Our Mission
Our Biz Focus
Economic Plan
News-Stand
Care Policy

EcoSynergy login ::

User ID

Password


New User?
Sign Up

Matrix login ::

Username

Password

New User?
Sign Up
Forgot Password?
Change Password

 

 

Armstrong EcoSynergy Indonesian Chapter

Country Mail Here

National Energy Conservation Project

(Projek Hemat Energi Nasional)

Marketing Team

Consumer Awareness Campaign in Surabaya

Executive Training in Jakarta

Is Energy Conservation relevant for Indonesia?

Statistic source of PLN (Indonesian National Electricity Company) suggests that electrical energy consumption has grown from 64,252 GWH (1997) to 84,520 GWH (2001) representing a growth rate of 32% over a period of 4 years. On the average, electricity consumption increased by 8% even though the country is experiencing economic downturn.

Who are the consumers?

The following table shows that the residential usage in GWH occupies a very significant share in total consumption and as usual the single largest customer base.  The 4% odd of Industrial & businesses user consume up to 56% of the total energy consumption

USER TYPE

2001

2000

1999

1998

1997

Residential

27.9mil

26.8mil

25.8mil

24.9mil

23.2mil

Business & Industry

1.3mil

1.5mil

1.03mil

0.89mil

0.84mil

Total

29.8mil

28.6mil

27.5mil

26.4mil

24.6mil

 

ENERGY (GWH)

2001

2000

1999

1998

1997

Residential

33,340

30,563

26,884

24,866

22,739

Business & Industry

46,988

44,589

40,668

36,652

37,959

Total

84,520

79,164

71,332

65,261

64,252

 Why You’re invited to participate?

Indonesia is suffering from power shortage

especially during peak load

On The News

Dari MediaKamis, 29 Mei 2003
SEBAGIAN LSITRIK DI JAKARTA DAN TANGERANG PADAM

Listrik di empat kawasan di wilayah Jakarta Raya dan Tangerang, kemarin malam padam mulai pukul 17.30 WIB hingga 21.00 WIB akibat dropnya listrik di kawasan tersebut sebesar 60 MW.


Humas PLN Disjaya Bambang Dwi membenarkan terjadinya pemadaman di empat kawasan tersebut karena turunnya pasokan arus yang disebabkan oleh proses pemeliharaan dan pebaikan tahunan terhadap mesin pembangkit penyuplai untuk kawasan tersebut. “Malam ini (Rabu) memang ada sebagain kawasan yang dipadamkan dan kami sudah memberitahu pelanggan yang dikenakan pemadaman tersebut. Pemadaman cuma pada saat peak load,” katanya menjawab Bisnis.

Sumber : Bisnis Indonesia

Selasa, 6 Mei 2003
Tergantung Karakter Konsumen

 

Kondisi kelistrikan Indonesia, khususnya Jawa-Bali, sekarang ini kondisinya memang semakin kritis. Hal itu disebabkan karena tingkat pertumbuhan beban Jawa-Bali, semakin hari semakin meningkat, sementara kemampuan PLN untuk menambah kapasitas dayanya masih jalan di tempat. Untuk tahun lalu misalnya, tren kenaikan tersebut berada pada angka 6 sampai 6,5 persen.


Beban puncak pada tahun 2002 berada pada angka 13.374 MW dan pada tahun 2003 ini diperkirakan akan mencapai 14.000 MW. Sebuah jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan daya mampu PLN yang hanya 17.600 MW dengan kapasitas terpasang sekitar 18.600 MW.
Melihat angka kemampuan PLN tersebut, secara kasar orang memang bisa berasumsi bahwa cadangan PLN masih besar. Akan tetapi kondisinya tidak demikian.


Dalam "hukum ketenagalistrikan", kita juga harus memperhitungkan aspek maintenance, variasi musim, gangguan, pemakaian sendiri dan cadangan daya.


Untuk ke empat aspek ini, paling tidak PLN harus menyediakan daya sekitar 3000 sampai 4000 MW.


Nah, kalau kemampuan pembangkitan PLN hanya 18.600 MW kemudian dikurangi 4000 MW, maka actual kemampuan PLN sebenarnya hanya 14.600 MW.


Dan jika pertumbuhan beban sebesar 6,5 persen (sekitar 800-900 MW per tahun), maka tahun 2004 sistem Jawa Bali akan mengalami pemadaman.
Selain kemampuan daya, pola konsumsi listrik di Indonesia adalah fluktuatif dimana malam hari bebannya meningkat drastis karena semua lampu di setiap rumah akan menyala. Tetapi antara satu daerah dengan yang lainnya itu beda.


Daerah yang industrinya sedikit, maka of peak-nya rendah

 

To follow the EcoSynergy in Indonesian Language, click here to view

 

Who to contact in Indonesia?

 

Forewords

Mungkin Anda masih ingat beberapa waktu yang lalu surat-surat kabar dipenuhi berita kelangkaan Listrik ?
Bahkan sampai sekarangpun beberapa daerah masih mengalami giliran pemadaman listrik.

 

Kita sering melupakan bahwa Tenaga Listrik dibangkitkan menggunakan Sumber Daya Alam, seperti :Batu Bara, Minyak Bumi,Gas Bumi, dll. yang persediannya semakin hari semakin berkurang !

 

Disamping itu pula subsidi yang selama ini diberikan pemerintah akan dihapus !

 

Karena itu biaya produksi tenaga Listrik semakin hari semakin MAHAL !

Dengan sendirinya biaya Listrik yang dibayar oleh Pelangganpun semakin hari semakin mahal !

 

Bagaimana apabila ada suatu Alat yang dapat menghemat biaya Listrik antara 10% sampai dengan 30% setiap bulannya ?


Yang penggunaanya direstui PLN, sehingga konsumen tidak perlu takut dianggap mencuri Listrik ?

Apakah menurut Anda Alat semacam itu memiliki peluang untuk dibeli konsumen ?

 

Kami yakin sebagai pengusaha handal, naluri bisnis Anda mengatakan:

“ Alat seperti itu pasti memiliki peluang, asal….….. dan….….!”

 
 

 

 

 
  Business Opportunity Cable maintenance work EcoSynergy Network

 

Useful Links

 ARMSTRONG PARTNERS