|
|
|
 |
 |
 |
|
|
 |
|
Armstrong EcoSynergy Indonesian Chapter |
|

Country Mail Here |
|
National
Energy Conservation Project
(Projek Hemat
Energi Nasional) |
|
 |
 |
 |
|
Marketing Team |
Consumer Awareness Campaign in
Surabaya |
Executive Training in Jakarta |
|
Is
Energy Conservation relevant for Indonesia?
Statistic source of PLN
(Indonesian National Electricity Company) suggests that
electrical energy consumption has grown from 64,252 GWH (1997)
to 84,520 GWH (2001) representing a growth rate of 32% over a
period of 4 years. On the average, electricity consumption
increased by 8% even though the country is experiencing economic
downturn.
The following table shows that the
residential usage in GWH occupies a very significant share in
total consumption and as usual the single largest customer base.
The 4% odd of Industrial & businesses user consume up to
56% of the total energy consumption
|
|
|
|
|
Why
You’re invited to participate?
Indonesia is
suffering from power shortage
especially
during peak load
|
|
On The News |
Dari MediaKamis, 29 Mei 2003
SEBAGIAN
LSITRIK DI JAKARTA DAN TANGERANG PADAM
Listrik di empat kawasan di wilayah Jakarta Raya
dan Tangerang, kemarin malam padam mulai pukul
17.30 WIB hingga 21.00 WIB akibat dropnya
listrik di kawasan tersebut sebesar 60 MW.
Humas PLN
Disjaya Bambang Dwi membenarkan terjadinya
pemadaman di empat kawasan tersebut karena
turunnya pasokan arus yang disebabkan oleh
proses pemeliharaan dan pebaikan tahunan
terhadap mesin pembangkit penyuplai untuk
kawasan tersebut. “Malam ini (Rabu) memang ada
sebagain kawasan yang dipadamkan dan kami sudah
memberitahu pelanggan yang dikenakan pemadaman
tersebut. Pemadaman cuma
pada saat peak load,” katanya
menjawab Bisnis.
Sumber : Bisnis Indonesia
|
|
Selasa, 6 Mei 2003
Tergantung Karakter Konsumen
Kondisi kelistrikan
Indonesia, khususnya Jawa-Bali, sekarang ini
kondisinya memang semakin kritis. Hal itu disebabkan
karena tingkat pertumbuhan beban Jawa-Bali, semakin
hari semakin meningkat, sementara kemampuan PLN
untuk menambah kapasitas dayanya masih jalan di
tempat. Untuk tahun lalu misalnya, tren kenaikan
tersebut berada pada angka 6 sampai 6,5 persen.
Beban puncak pada tahun 2002 berada pada angka
13.374 MW dan pada tahun 2003 ini diperkirakan akan
mencapai 14.000 MW. Sebuah jumlah yang sangat besar
jika dibandingkan dengan daya mampu PLN yang hanya
17.600 MW dengan kapasitas terpasang sekitar 18.600
MW.
Melihat angka kemampuan PLN tersebut, secara kasar
orang memang bisa berasumsi bahwa cadangan PLN masih
besar. Akan tetapi kondisinya tidak demikian.
Dalam "hukum ketenagalistrikan", kita juga harus
memperhitungkan aspek maintenance, variasi musim,
gangguan, pemakaian sendiri dan cadangan daya.
Untuk ke empat aspek ini, paling tidak PLN harus
menyediakan daya sekitar 3000 sampai 4000 MW.
Nah, kalau kemampuan pembangkitan PLN hanya 18.600
MW kemudian dikurangi 4000 MW, maka actual kemampuan
PLN sebenarnya hanya 14.600 MW.
Dan jika pertumbuhan beban sebesar 6,5 persen (sekitar
800-900 MW per tahun), maka tahun 2004 sistem Jawa
Bali akan mengalami pemadaman.
Selain kemampuan daya, pola konsumsi listrik di
Indonesia adalah fluktuatif dimana malam hari
bebannya meningkat drastis karena semua lampu di
setiap rumah akan menyala. Tetapi antara satu daerah
dengan yang lainnya itu beda.
Daerah yang industrinya sedikit, maka of peak-nya rendah
|
|
|
To follow the EcoSynergy in Indonesian Language, click here
to view |
|
|
|
Who to contact
in Indonesia?
Forewords
Mungkin Anda masih ingat beberapa waktu yang lalu
surat-surat kabar dipenuhi berita kelangkaan Listrik ?
Bahkan sampai sekarangpun beberapa daerah masih mengalami giliran
pemadaman listrik.
Kita sering melupakan bahwa Tenaga Listrik
dibangkitkan menggunakan Sumber Daya Alam,
seperti :Batu Bara, Minyak Bumi,Gas Bumi, dll. yang
persediannya semakin hari semakin berkurang !
Disamping itu pula
subsidi yang selama ini diberikan pemerintah
akan dihapus !
Karena itu biaya produksi tenaga Listrik semakin
hari semakin MAHAL !
Dengan sendirinya biaya Listrik yang dibayar oleh
Pelangganpun semakin hari semakin mahal !
Bagaimana apabila ada suatu Alat yang dapat menghemat
biaya Listrik antara 10% sampai dengan 30% setiap
bulannya ?
Yang penggunaanya direstui PLN, sehingga konsumen tidak
perlu takut dianggap mencuri Listrik ?
Apakah menurut Anda Alat semacam itu memiliki peluang
untuk dibeli konsumen ?
Kami yakin sebagai pengusaha handal,
naluri bisnis Anda mengatakan:
“ Alat seperti itu pasti
memiliki peluang, asal….….. dan….….!”
|
|
 |
 |
|
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
|
|
|